IPS KELAS 5 TEMA 7 SUB TEMA 1

 ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Tema 7  : Peristiwa dalam Kehidupan

Subtema 1  : Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan 


Kompetensi Dasar

3.4 Mengidentifikasi faktor-faktor penting penyebab penjajahan bangsa Indonesia dan upaya bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatannya.

4.4 Menyajikan hasil identifikasi mengenai faktor-faktor penting penyebab penjajahan bangsa Indonesia dan upaya bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatannya.


RINGKASAN MATERI

Latar belakang kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Indonesia 

a) Rempah-rempah begitu melimpah di bumi Indonesia. 

b) Melimpahnya rempah-rempah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. 

c) Namun, rempah-rempah yang begitu melimpah juga membuat bangsa-bangsa di Eropa berusaha untuk menguasai perdagangannya.

d) Bangsa Eropa berhasrat memonopoli perdagangan rempah-rempah, karena harga jual rempah-rempah di Eropa pada waktu itu sangat tinggi.

e) Rempah-rempah dapat dimanfaatkan untuk industri obat-obatan.

f) Apa hubungan rempah-rempah dan penjajahan di Indonesia? Jatuhnya Konstantinopel ke tangan bangsa Turki pada tahun 1453 menyebabkan bangsa Eropa mengalami kesulitan medapatkan rempahrempah. Oleh karena itu, mereka berusaha mencari sendiri daerah penghasil rempah-rempah dengan melakukan penjelajahan-penjelajahan samudra dan penjajahan terhadap negara-negara yang kaya rempahrempah.

Hubungan antara cengkih dan penjajahan yang dialami oleh bangsa Indonesia

a) Cengkih memiliki banyak manfaat. Sebagai bumbu masak, cengkih digunakan dalam bentuk bunga utuh atau dalam bentuk bubuk. Cengkih juga dimanfaatkan oleh bangsa China dan Jepang sebagai dupa. Selain itu, minyak cengkih digunakan sebagai aroma terapi dan obat sakit gigi. Pohon cengkih banyak manfaatnya sehingga menjadikannya bernilai ekonomis tinggi. 

b) Cengkih merupakan salah satu bahan rempah-rempah yang menjadi buruan bangsa-bangsa Eropa. Hal itu memicu terjadinya penjajahan di Indonesia. 

c) Bangsa kita mengalami penjajahan cukup lama. Selama masa penjajahan, bangsa kita mengalami penderitaan akibat adanya penindasan. 

d) Pada masa pemerintahan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia, datanglah orang-orang Eropa yang mengadakan pelayaran samudra. Kedatangan orang-orang Eropa di Nusantara mula-mula disambut baik oleh bangsa Indonesia.

e) Namun, ketika orang-orang Eropa itu berusaha menguasai Nusantara, mereka mendapat reaksi keras berupa perlawanan-perlawanan di berbagai daerah. Lalu, apa sebenarnya yang melatarbelakangi bangsa-bangsa Eropa tersebut datang ke Indonesia dan akhirnya menjajah bangsa Indonesia? Ayo, kita cari tahu faktor-faktor yang melatarbelakangi kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Indonesia!

Peristiwa Kedatangan Bangsa Barat

a) Mulai akhir abad XV, bangsa Eropa berusaha melakukan penjelajahan samudra. 

b) Bangsa Eropa yang pernah melakukan penjelajahan dan penjajahan di Indonesia 

1) Dimulai oleh bangsa Portugis. Kapal mereka pertama kali mendarat di Malaka pada tahun 1511. 

2) Berikutnya ialah bangsa Spanyol yang mendarat di Tidore, Maluku pada tahun 1521. 

3) Kemudian, disusul oleh bangsa Inggris dan Belanda. Kapal-kapal Belanda pertama kali mendarat di Pelabuhan Banten pada tahun 1596.

c) Faktor-faktor pendorong penjelajahan samudra antara lain sebagai berikut.

1) Adanya keinginan mencari kekayaan (gold) . Kekayaan yang mereka cari terutama adalah rempah-rempah. Sekitar abad XV di Eropa, harga rempah-rempah sangat mahal. Harga rempah-rempah semahal emas (gold). Mereka sangat membutuhkan rempah-rempah untuk industri obat-obatan dan bumbu masak.

2) Adanya keinginan menyebarkan agama (gospel).  Selain mencari kekayaan dan tanah jajahan, bangsa Eropa juga membawa misi khusus. Misi khusus tersebut adalah menyebarkan agama kepada penduduk daerah yang dikuasainya. Tugas mereka ini dianggap sebagai tugas suci yang harus dilaksanakan ke seluruh dunia dan dipelopori oleh bangsa Portugis.

3) Adanya keinginan mencari kejayaan (glory). Di Eropa, ada suatu anggapan bahwa apabila suatu negara mempunyai banyak tanah jajahan, negara tersebut termasuk negara yang jaya (glory).Dengan adanya anggapan ini, negaranegara Eropa berlomba-lomba untuk mencari tanah jajahan sebanyakbanyaknya.

4) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat. 

Contohnya seperti berikut.

• Dikembangkannya teknik pembuatan kapal yang dapat digunakan untuk mengarungi samudra luas.

• Ditemukannya mesiu untuk persenjataan. Senjata dapat digunakan untuk melindungi pelayaran dari ancaman bajak laut dan sebagainya.

• Ditemukannya kompas. Kompas digunakan sebagai penunjuk arah sehingga para penjelajah tidak lagi bergantung pada kebiasaan alam.

d) Arti Gold, Gospel, dan Glory :

1) Gold: Adanya keinginan mencari kekayaan

2) Gospel: Adanya keinginan menyebarkan agama

3) Glory: Adanya keinginan mencari kejayaan

Sistem Tanam Paksa Pemerintah Kolonial Belanda

a) Pada masa kepemimpinan Johanes Van Den Bosch, Belanda memperkenalkan sistem tanam paksa. 

b) Sistem tanam paksa pertama kali diperkenalkan di Jawa dan dikembangkan di daerah-daerah lain di luar Jawa. Di Sumatra Barat, sistem tanam paksa dimulai sejak tahun 1847.

c) Penduduk yang telah lama menanam kopi secara bebas dipaksa menanam kopi untuk diserahkan kepada pemerintah kolonial. 

d) Sistem tanam paksa dilaksanakan di tempat lain seperti Minahasa, Lampung, dan Palembang. 

e) Kopi merupakan tanaman utama di Sumatra Barat dan Minahasa. Di Minahasa, selain kopi juga ada tanaman kelapa. 

f) Lada merupakan tanaman utama di Lampung dan Palembang. 

g) Pelaksanaan tanam paksa banyak terjadi penyimpangan, di antaranya sebagai berikut.

1) Jatah tanah untuk tanaman ekspor melebihi seperlima tanah garapan, apalagi jika tanahnya subur.

2) Rakyat lebih banyak mencurahkan perhatian, tenaga, dan waktunya untuk tanaman ekspor sehingga banyak yang tidak sempat mengerjakan sawah dan ladang sendiri.

3) Rakyat yang tidak memiliki tanah harus bekerja melebihi 1/5 tahun.

4) Waktu pelaksanaan tanam paksa ternyata melebihi waktu tanam padi (tiga bulan) sebab tanaman-tanaman perkebunan memerlukan perawatan terus-menerus.

5) Setiap kelebihan hasil panen dari jumlah pajak yang harus dibayarkan kembali kepada rakyat ternyata tidak dikembalikan kepada rakyat.

6) Kegagalan panen tanaman wajib menjadi tanggung jawab rakyat/ petani.

h) Adanya penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan tanam paksa membawa akibat yang memberatkan rakyat Indonesia. 

i) Akibat penyimpangan pelaksanaan tanam paksa tersebut antara lain: 

1) banyak tanah terbengkalai sehingga panen gagal, 

2) rakyat makin menderita, wabah penyakit merajalela, bahaya kelaparan melanda. Contohnya di  Cirebon yang memaksa rakyatnya  mengungsi ke daerah lain untuk menyelamatkan diri,  di Grobogan terjadi kelaparan yang mengakibatkan banyak kematian sehingga jumlah penduduk menurun tajam.

j) Tanam paksa yang diterapkan Belanda di Indonesia ternyata mengakibatkan aksi penentangan. 

k) Berkat adanya kecaman dari berbagai pihak, akhirnya pemerintah Belanda menghapus tanam paksa secara bertahap. 

l) Salah satu tokoh Belanda yang menentang sistem tanam paksa adalah Douwes Dekker dengan nama samaran Multatuli. 

m) Dia menentang tanam paksa dengan mengarang buku berjudul Max Havelaar. 

n) Edward Douwes Dekker mengajukan tuntutan kepada pemerintah kolonial Belanda untuk lebih memperhatikan kehidupan bangsa Indonesia karena kejayaan negeri Belanda itu merupakan hasil tetesan keringat rakyat Indonesia. 

o) Dia mengusulkan langkah-langkah untuk membalas budi baik bangsa Indonesia. 

p) Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut.

1) Pendidikan (edukasi).

2) Membangun saluran pengairan (irigasi).

3) Memindahkan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang jarang penduduknya (transmigrasi).

Peristiwa Perlawanan terhadap Portugis

a) Setelah Malaka dapat dikuasai oleh Portugis pada tahun 1511, terjadilah persaingan dagang antara pedagang-pedagang Portugis dan pedagang di Nusantara. 

b) Portugis ingin selalu menguasai perdagangan. Maka, terjadilah perlawanan-perlawanan terhadap Portugis. 

c) Perlawanan tersebut antara lain sebagai berikut.

1) Sultan Ali Mughayat Syah (1514–1528) berhasil membebaskan Aceh dari upaya penguasaan bangsa Portugis.

2) Sultan Alaudin Riayat Syah (1537–1568) berani menentang dan mengusir Portugis yang bersekutu dengan Johor.

3) Sultan Iskandar Muda (1607–1636). 

• Raja Kerajaan Aceh yang terkenal sangat gigih melawan Portugis adalah Iskandar Muda. 

• Pada tahun 1615 dan 1629, Iskandar Muda melakukan serangan terhadap Portugis di Malaka.

4) Ternate: Sultan Hairun dan Sultan Baabullah

d) Pada awalnya, Portugis diterima dengan baik oleh raja setempat dan diizinkan mendirikan benteng. 

e) Namun, lama-kelamaan, rakyat Ternate mengadakan perlawanan karena Portugis serakah, ikut campur dalam pemerintahan, membenci agama rakyat Ternate, dan bersikap sewenang-wenang. 

f) Rakyat Ternate dipimpin oleh Sultan Hairun bersatu dengan Tidore melawan Portugis sehingga Portugis terdesak. 

g) Pada waktu terdesak, Portugis mendatangkan bantuan dari Malaka dipimpin oleh Antoni Galvo sehingga Portugis mampu bertahan di Maluku.

h) Pada tahun 1565, rakyat Ternate bangkit kembali di bawah pimpinan Sultan Hairun. Portugis berusaha menangkap Sultan Hairun, tetapi rakyat bangkit untuk melawan Portugis dan berhasil membebaskan Sultan Hairun dan tawanan lainnya. Akan tetapi, Portugis melakukan tindakan licik dengan mengajak Sultan Hairun berunding. 

i) Dalam perundingan, Sultan Hairun ditangkap dan dibunuh.

j) Perlawanan rakyat Ternate dilanjutkan di bawah pimpinan Sultan Baabullah (putra Sultan Hairun). Pada tahun 1574, benteng Portugis dapat direbut, kemudian Portugis menyingkir ke Hitu dan akhirnya menguasai dan menetap di Timor-Timur sampai tahun 1975.

Peristiwa Perlawanan terhadap Belanda

Berikut beberapa tokoh dari beberapa daerah yang memimpin perlawanan terhadap Belanda.

1) Sultan Hasanuddin dari Makassar

2) Pangeran Antasari dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan

3) Pattimura dari Maluku

4) Sisingamangaraja dari Sumatra Utara

5) Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten

6) Pangeran Diponegoro dari Yogyakarta

7) Silas Papare dari Papua

Peristiwa-peristiwa sejarah pada masa awal pergerakan nasional

a) Berbagai perlawanan terhadap penjajah terus mengalami kegagalan karena perlawanan masih bersifat kedaerahan. 

a) Kemudian, lahir sistem perjuangan baru yang dikenal dengan kebangkitan nasional.

b) Bangsa Indonesia mengalami penderitaan akibat penjajahan mulai awal abad ke-17 sampai abad ke-20. 

c) Pada masa penjajahan, bangsa Indonesia telah berusaha sekuat tenaga untuk mengusir penjajah dan bercita-cita menjadi bangsa yang merdeka, bebas dari penjajahan. Berbagai bentuk perlawanan terhadap penjajah yang dilakukan oleh para raja, bangsawan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dilakukan dengan cara mengangkat senjata. 

d) Pada umumnya, bentuk perlawanan semacam itu mengalami kegagalan.

e) Faktor –faktor penyebab gagalnya perjuangan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah adalah 

1) Perjuangan bersifat kedaerahan.

2) Perlawanan tidak dilakukan secara serentak.

3) Masih bergantung pada pimpinan (jika pemimpin tertangkap, perlawanan terhenti).

4) Kalah dalam persenjataan.

5) Belanda menerapkan politik adu domba (devide et impera).

f) Berdasarkan pengalaman tersebut, kaum terpelajar ingin berjuang dengan cara yang lebih modern, yaitu menggunakan kekuatan organisasi. 

g) Lahirnya organisasi-organisasi tersebut menandai lahirnya masa pergerakan nasional.

h) Masa pergerakan kebangsaan dibedakan menjadi 3 masa, yaitu masa awal (perkembangan) pergerakan nasional, masa radikal, dan masa moderat.

Masa Awal Pergerakan Nasional (Tahun 1900-an)

a) Pada masa ini, lahir banyak organisasi pergerakan, seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan Indische Partij (IP). 

b) Salah satu organisasi yang besar pengaruhnya terhadap pergerakan nasional adalah Budi Utomo.

c) Pada hari Minggu tanggal 20 Mei 1908, Sutomo beserta kawan-kawannya berkumpul di Jakarta.

d) Mereka sepakat mendirikan Budi Utomo yang berarti “usaha mulia”.

e) Karena sebagai organisasi modern yang pertama kali muncul di Indonesia, pemerintah RI menetapkan tanggal berdirinya Budi Utomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Masa Awal Radikal (Tahun 1920-1927-an)

a) Perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah pada abad ke- 20 disebut masa radikal karena pergerakan-pergerakan nasional pada masa ini bersifat radikal/ keras terhadap pemerintah Hindia Belanda. 

b) Mereka menggunakan asas nonkooperatif/tidak mau bekerja sama. 

c) Organisasi-organisasi yang bersifat radikal adalah Perhimpunan Indonesia (PI), Partai Komunis Indonesia (PKI), Nahdlathul Ulama (NU), Partai Nasional Indonesia (PNI).

Masa Moderat (Tahun 1930-an)

a) Sejak tahun 1930, organisasi-organisasi pergerakan Indonesia mengubah taktik perjuangannya. 

b) Mereka menggunakan taktik kooperatif (bersedia bekerja sama) dengan pemerintah Hindia Belanda. 

c) Organisasi-organisasi yang berhaluan moderat antara lain Partindo 1930, PNI Baru, Partai Indonesia Raya (Parindra), Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo), dan Gabungan Politik Indonesia (Gapi).

d) Selain organisasi-organisasi di atas, masih banyak organisasi kepemudaan dan keagamaan lainnya yang ada dan berkembang pada masa itu, antara lain: Pergerakan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI), Jong Islamieten Bond, Sumatra Thawalib yang lahir di Minangkabau, Persatuan Pemuda Kristen, dan Persatuan Pemuda Katholik.


Faktorfaktor  yang memicu munculnya rasa kebangsaan Indonesia. 

Faktor Internal Faktor Eksternal

1. Kenangan kejayaan masa lalu pada

masa kerajaan.

2. Perilaku Belanda yang

menyengsarakan rakyat Indonesia

sehingga menimbulkan rasa senasib

sepenanggungan rakyat Indonesia.

3. Lahirnya kaum terpelajar.

4. Lahirnya kelompok terpelajar Islam.

5. Lahir dan munculnya semangat

persamaan derajat pada masyarakat

Indonesia. 1. Perkembangan nasionalisme di

berbagai negara, seperti pergerakan

kebangsaan India.

2. Adanya politik etis dari Belanda.

3. Peristiwa Perang Dunia I

menyadarkan kaum terpelajar

mengenai penentuan nasib

bangsanya sendiri.

4. Munculnya dorongan untuk melawan

penjajah karena perbedaan ideologi.

5. Kemenangan Jepang atas Rusia.


Peristiwa Sumpah Pemuda 1928

a) Selama zaman penjajahan Belanda, Kongres Pemuda Indonesia diselenggarakan tiga kali.

b) Kongres Pemuda Indonesia I (pertama) berlangsung di Jakarta pada tanggal 30 April – 2 Mei tahun 1926 diikuti oleh semua organisasi pemuda.

c) Kongres Pemuda Indonesia I (pertama) merupakan persiapan Kongres Pemuda Indonesia II (kedua)

d) Kongres Pemuda Indonesia II berlangsung di Jakarta pada tanggal 27 – 28 Oktober. 

e) Pusat penyelenggaraan kongres tersebut di Gedung Indonesische Club di Jl. Kramat Raya 106.

f) Kongres Pemuda Indonesia II mengambil keputusan sebagai berikut.

1) Menerima lagu “Indonesia Raya” ciptaan W.R. Supratman sebagai lagu kebangsaan Indonesia.

2) Menerima sang “Merah Putih” sebagai Bendera Indonesia.

3) Semua organisasi pemuda dilebur menjadi satu dengan nama Indonesia Muda (berwatak nasional dalam arti luas).

4) Diikrarkannya “Sumpah Pemuda” oleh semua wakil pemuda yang hadir.

g) Isi Ikrar Sumpah Pemuda

1) Kami putra dan putri Indonesia, mengakui bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

2) Kami putra dan putri Indonesia, mengakui berbangsa satu, bangsa Indonesia.

3) Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

h) Sejak J.R. Logan menggunakan kata “Indonesia” untuk menyebut penduduk dan kepulauan Nusantara (1850), istilah “Indonesia” mulai dikenal. 

i) Bahkan, beberapa tokoh banyak menulis artikel tentang keberadaan Nusantara dengan istilah “Indonesia”, dan tidak lagi dengan Istilah “Hindia–Belanda”. 

j) Dalam perkembangan selanjutnya, istilah “Indonesia” dijadikan sebagai nama organisasi para mahasiswa Indonesia di negeri Belanda, yaitu Perhimpunan Indonesia (Indonesische Vereeniging). Istilah “Indonesia” makin popular setelah ditetapkannya Ikrar Sumpah Pemuda


UJI KOMPETENSI 1

1. Apa latar belakang kedatangan bangsa eropa di Indonesia? 

2. Apa hubungannya rempah-rempah dengan penjajahan di Indonesia? 

3.Apa hubungan cengkeh dengan penjajahan di indonesia? 

4. Kapan Bangsa Portugal pertama kali datang ke Indonesia dan mendarat di mana? 

5. Sebutkan faktor pendorong penjelajahaan samudera! 

6. Apa arti gold, gospel dan glori? 

7. Kapan  dan siapa yang menarapakan sistem tanam paksa di Indonesia? 

8. Siapa nama tokoh belanda yang menentang sistem tanam paksa? 

9. Sebutkan 7 tokoh yang memimpin  perlawanan terhadap Belanda dan dari mana asalnya? 

10. Sebutkan faktor -faktor  penyebab gagalnya perjuangan Indonesia dalam mengusir penjajah! 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Materi IPA Kelas V Tema 5 Kurikulum 13

Rangkuman Bahasa Indonesia Tema 5 Kelas V Kurikulum 13

Persebaran Kepadatan Penduduk di Indonesia Tema 1 hal 77